TARI DANDING

 

Description
Danding adalah sebuah tarian dan nyanyian adat  dalam bentuk syair-syair (go'et) dari sekelompok pria dan wanita yang saling bertanya jawab (cako dan wale).

Pria dan wanita membentuk lingkaran sambil menari dan bernyanyi  dengan gerakan kaki menyilang ke arah kiri mengikuti arah jarum jam. Salah satu di antaranya bertugas sebagai pemimpin yang disebut NggejangPerserta danding terdiri atas kurang lebih 20 orang, yang terdiri atas laki-laki dan perempuan. Mereka semua wajib mengenakan busana adat

Type of Dance
Tarian ini termasuk tarian sakral.

Reprecent
Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat

History
Tari Danding sebuah tarian adat yang diperkirakan lahirnya sejak abad ke-16. Tari Danding dalam realitas kehidupan orang Manggarai, sejak zaman pramodern, modern, dan masa postmodern, Tari Danding terus berjalan secara dinamis. Namun, seiring dengan perkembang zaman, seni tari tersebut dikonsepsikan semata-mata sebagai panggung hiburan atau sebagai sebuah tontonan belaka, sementara makna tuntutannya semakin terkikis. Tarian ini berbentuk lingkaran dan pemimpinnya berada di tengah-tengah lingkaran tersebut. Orang Manggarai memercayai lingkaran sebagai simbol keseimbangan dan kesatuan. Pola lingkaran ini diterapkan hampir di seluruh wujud fisik dari bentuk kampung sampai bentuk rumah-rumahnya. Tarian ini biasanya ditarikan bersamaan dengan atraksi Caci.

Values
Nilai persatuan

Coreography
Pemain Caci bersama rombongan melakukan perarakan (renggas) menuju arena Caci. Pemain Caci langsung melakukan Kelong dan Lomes sedangkan rombongan penari langsung menari sambil menyanyi di bagian pinggir arena Caci dan seorang pemimpin rombongan berdiri di tengah lingkaran sambil memegang gemerincing untuk mengatur irama gerakan, hentakan kaki, dan mengangkat (cako) syair-syair lagu yang berkaitan dengan Caci dan rombongan penari hanya menjawab (wale) saja. Nggejang melantunkan syair-syair lagu adat (cako) sedangkan anggota danding menjawabnya (wale) ketika Danding dimulai, alat musik tradisional gong dan gendang dihentikan sementara.

Equipment
Mereka semua wajib mengenakan busana adat, yaitu Kain Songket, baju putih, dan destar di kepala bagi Bapak-bapak sedangkan kain Songket dan Kebaya bagi ibu-ibu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ODW Gua Batu Cermin

Situs Prasejarah Liang Verhoeven

Tete Kilu dan Kenangan yang Terlupakan