Situs Cagar Budaya Watu Pota Wangka
Watu Pota Wangka
Watu Pota
Wangka merupakan sebuah tempat yang memiliki sejarah yang menarik. Tempat ini
diperkirakan satu kilo meter dari Kampung Mbehal. Sebelumnya batu ini dikenal
dengan nama watu Sundek. Secara harafiah watu artinya batu dan sundek artinya
tinggi menjulang. Jadi, watu Sundek adalah batu yang tinggi menjulang di antara
batu-batu lainnya. Sejalan dengan perkembangan sejarah, batu ini berubah nama
sesuai dengan fungsi dan kegunaannya di zaman dulu, yaitu watu pota Wangka. Secara harafia, watu artinya batu, pota artinya pantau, dan wangka artinya perahu. Jadi, watu pota Wangka artinya batu sebagai tempat pemantauan perahu ataupun kapal laut milik musuh.
Pada zaman
kesultananan Bima di masa penjajahan Belanda dan Jepang watu Sundek dijadikan tempat pengintaian
terhadap perahu atau kapal musuh yang melewati di perairan Flores. Karena menjadi tempat pengintaian
perahu, maka batu ini perlahan berubah namanya menjadi Watu Pota Wangka. Pemantauan musuh dilakukan secara bergantian. Hasil pantuan dilaporkan secara terus-menerus manakala ada musuh yang datang.
Di lokasi watu pota Wangka terdapat dua buah batu. Batu pertama adalah watu Wisi dengan ukuran
kurang lebih 5 x 6 meter. Batu ini berfungsi sebagai tempat
beristirahat sambil menanti rolling penjagaan dengan dia yang bertugas di puncak watu pota Wangka. Batu Kedua bernama watu Letang yang
artinya batu penghubung atau perantara pesan antara orang yang bertugas di watu
Wisi dan orang yang bertugas di watu pota Wangka karena tidak kesampaian pesan di
antara kedua batu tersebut. Ukurannya diperkirakan 10 m2. Untuk mengenang batu
ini, warga setempat mengabadikannya
melalui pemberian nama sebuah desa, yaitu Desa Pota Wangka.
Watu Pota Wangka (Enemy ship lookout peak)
Watu Pota Wangka is a place that has an interesting history. This place is estimated to be one kilometer from Mbehal Village. Previously this stone was known as the Sundek stone. Literally watu means rock and sundek means towering. So, Sundek stone is a stone that towers high among other stones. In line with historical developments, this stone changed its name according to its function and use in ancient times, namely watu pota Wangka. Literally, watu means stone, pota means monitor, and wangka means boat. So, Watu Pota Wangka means a rock as a place to monitor enemy boats or ships.
During the Bima Sultanate era during the Dutch and Japanese colonial period, Sundek Beach was used as a surveillance point for enemy boats or ships passing through Flores waters. Because it became a lookout point for boats, this rock slowly changed its name to Watu Pota Wangka. Enemy monitoring is carried out alternately. Monitoring results are reported continuously whenever an enemy arrives.
At the Wangka Pota Watu location there are two stones. The first stone is Wisi stone with a size of approximately 5 x 6 meters. This stone functions as a place to rest while waiting for the rolling guard with the person on duty at the top of the Wangka Pota Watu. The second stone is called Watu Letang, which means a connecting stone or intermediary for messages between the people who work at Watu Wisi and the people who work at Watu Pota Wangka because the message cannot be conveyed between the two stones. Its size is estimated at 10 m2. To commemorate this stone, local residents immortalized it by naming a village, namely Pota Wangka Village.
Komentar
Posting Komentar