Situs Cagar Budaya Watu Wangka
Watu Wangka
Penyebaran watu Wangka banyak terdapat di berbagai tempat di wilayah Manggarai Barat, namun
yang dibicarakan dalam konteks ini, yaitu Watu Wangka yang terletak di sungai
Wae Jare, Kampung Jengok, Desa Watu Wangka, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten
Manggarai barat. Batu yang berukuran raksasa tersebut membentang di tengah
aliran air sungai Wae Jare dengan ukuran panjang kurang lebih 10 (sepuluh)
meter dan lebar kurang lebih 6 (enam) meter.
Untuk menempuh objek ini, pengunjung harus melewati ruas jalan Trans- Flores, Labuan Bajo-Ruteng dan
belok kiri di persimpangan kampung Bambor dari
arah Labuan Bajo. Kondisi jalan yang belum diaspal dan berlika liku menuju
lokasi tersebut sangat menantang adrenalin
para pengunjung.
Nama watu Wangka merupakan kolaborasi dari dua bahasa, yaitu bahasa Manggarai dan
bahasa Bima. Watu dalam bahasa Manggarai artinya batu dan Wangka dalam bahasa
Bima yaitu perahu. Jadi, watu Wangka adalah batu perahu. Bukan hanya karena bentuknya seperti perahu,
namun di balik itu dia mempunyai cerita legenda. Pada zaman kolonialisme
Belanda, perahu yang ditumpangi oleh sekelompok orang dari Gowa, Sulawesi
Selatan terdampar di kali Wae Jare. Dia tidak dapat kembali lagi ke laut dan
tertahan di kali tersebut karena air lautnya surut. Lama kelamaan perahu
tersebut menjelma menjadi batu, sehingga orang setempat menyebutnya watu
Wangka, tutur Yuliana Dewi Sartika, yang akrab disapa Yuli. Namun, tidak
diceritakan bagaimana keberadaan orang-orang yang menumpangi perahu tersebut.
Apakah mereka bagian dari penduduk di desa Watu Wangka saat ini atau menyebar
di tempat tempat lain.
Penduduk
lokal menyadari, bahwa batu tersebut memiliki catatan sejarah dan mereka tidak
membiarkan cerita tentang batu ini berlalu begitu saja di telan masa, namun
salah satu upayah mereka untuk tetap mengenang dan melestarikan nilai historisnya, melalui pemberian nama
desa mereka, yaitu Desa Watu Wangka. Nama tersebut tentu meyakinkan kita bahwa batu besar yang ada di
tengah aliaran sungai wae Jare benar-benar memiliki cerita legenda.
Komentar
Posting Komentar