Kalender Kerja Petani

Kalender Kerja Petani

Pesta kebun merupakan syukuran atas hasil padi dan jagung. Padi dan jagung sebagai makanan pokok masyarakat Manggarai. Dalam tradisi masyarakat, dimulai dari tanam benih hingga panen diawali dengan acara adat. Upacara adat dilakukan dengan maksud agar padi dan jagung yang ditanam dapat bertumbuh subur dan memperoleh hasil panen yang berlimpah. Dijauhkan dari ancaman hama atau penyakit lain yang menggangu tanaman mereka. Masyarakat Manggarai mempercayai bahwa ritual-ritual adat yang dilakukan dapat mengusir semua jenis penyakit yang dapat menyerang tanaman. 

Kalender kerja agraris dalam pengerjaan ladang/kebun orang Manggarai

Bulan Juli

Pada bulan Juli jadual pembukaan kebun baru bagi petani. Bila tanahnya masih subur setelah dipakai beberapa tahun, maka bulan Juli tahun berikutnya tak ada pembukaan kebun baru. Pembukaan diikuti atau diawali dengan upacara adat Banco raci.

Bulan Agustus

Pada bulan Agustus dimulai penambahan hutan kebun baru secara serempak atau bergotong royong. Semua pohon ditebang menurut tradisi zaman dahulu dalam hal pembersihan  lahan garapan. Menurut kebiasaan, mulai turun hujan pada Minggu pertama. Penanaman benih (weri) dilakukan serempak. Penanaman benih (Weri/kalok/Wa'u Wini) tidak boleh dilakukan begitu saja, tetapi harus melalui upacara adat agar benih yang ditanam berbuah lebat. Upacara langsung diadakan dipusat kebun.

Bulan November

Pada bulan November biasanya musim penyiangan rumput. Disamping itu diupayakan penanaman kembali pada tempat yang tidak ditumbuhi bibit pertama atau aktivitas hoer dan lesang.

Bulan Desember

Bulan Desember adalah penanaman tanaman sela (oke cua), seperti ubi-ubian, biji-bijian (tago, sela, pesi, ubi tatas, ubi-kayu, dsb).

Bulan Januari

Bulan penyiangan ke dua (tawi).

Bulan Februari

Penyiangan daun jagung yang tua, supaya tidak menghambat sinar matahari terhadap padi (wancing saung latung dan acara Nang banta).

Bulan Mei

Awal Mei biasanya padi mula menguning atau disebut nderes. Akhir Mei adalah musim mengetam padi, yang didahului upacara tabar cicing yang dilakukan di dekat pagar. Do'anya agar panenan melimpah. Upacara ini juga disebut kesep lalap atau musim gali ubi-ubian, panen tanaman selingan dari biji-bijian (tago, sela, mesak, lusa, dsb).

Bulan Juni

Bulan Juni adalah bulan pesta sebagai tanda suka ria dan syukur. Bulan Mei sampai Juli termasuk bulan-bulan suka ria bagi petani. Pada bulan-bulan ini selain pesta kebun, Penti (syukur tahunan), juga bulan-bulan pesta nikah. Ketiga bulan inilah yang disebut bulan duduk-duduk dipesta atau wulang lonto rae, seperti bincang-bincang sambil minum kopi pagi dan sore.

Farmer Work Calendar

The garden party is a thanksgiving for the harvest of rice and corn. Rice and corn are the staple foods of the Manggarai people. In community tradition, starting from planting seeds to harvest begins with a traditional event. The traditional ceremony is carried out with the aim that the rice and corn planted can grow fertilely and obtain abundant harvests. Keep away from the threat of pests or other diseases that disturb their plants. The Manggarai people believe that the traditional rituals they perform can ward off all types of diseases that can attack plants.

Agricultural work calendar in working on Manggarai people's fields/gardens

July

In July, the schedule is to open new gardens for farmers. If the land is still fertile after being used for several years, then in July of the following year no new gardens will be opened. The opening is followed or preceded by the traditional Banco raci ceremony.

August

In August, the addition of new plantation forests begins simultaneously or in mutual cooperation. All trees were cut down according to ancient traditions in terms of clearing arable land. According to custom, it started to rain on the first Sunday. Planting the seeds (weri) is done simultaneously. Planting seeds (Weri/kalok/Wa'u Wini) must not be done just like that, but must go through a traditional ceremony so that the seeds planted bear abundant fruit. The ceremony was held directly in the garden center.

November

November is usually the weeding season. Apart from that, efforts are made to replant in places where the first seedlings did not grow or hoer and lesang activities.

December

The month of December is the planting of intercrops (oke cua), such as tubers, grains (tago, sela, pesi, tatas yams, cassava, etc.).

January

Second weeding month (tawi).

February

Weeding old corn leaves, so that they do not block sunlight on the rice (wancing saung latung and Nang banta events).

In May

At the beginning of May, rice usually starts to turn yellow or is called nderes. The end of May is the rice planting season, which is preceded by the tabar cicing ceremony which is held near the fence. Pray for an abundant harvest. This ceremony is also called kesep lalap or the season for digging tubers, harvesting interspersed crops from grains (tago, sela, mesak, lusa, etc.).

June

June is the month of parties as a sign of joy and gratitude. May to July are happy months for farmers. In these months apart from garden parties, Penti (annual thanksgiving), there are also wedding party months. These three months are called the months of sitting around at parties or wulang lonto rae, like talking while drinking coffee in the morning and afternoon.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ODW Gua Batu Cermin

Situs Prasejarah Liang Verhoeven

Tete Kilu dan Kenangan yang Terlupakan